ANALISIS KINERJA ANGKUTAN UMUM PADA RUTE RENCANA TERMINAL – KAMPUS UNIVERSITAS TIMOR KOTA KEFAMENANU PROPINSI NTT

Please download to get full document.

View again

of 9
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Categories
Published
ANALISIS KINERJA ANGKUTAN UMUM PADA RUTE RENCANA TERMINAL – KAMPUS UNIVERSITAS TIMOR KOTA KEFAMENANU PROPINSI NTT
  The 16  th  FSTPT International Symposium, UMS Surakarta, November 1-2, 2013 244 ANALISIS KINERJA ANGKUTAN UMUM PADA RUTE RENCANA TERMINAL  –   KAMPUS UNIVERSITAS TIMOR KOTA KEFAMENANU PROPINSI NTT Margareth Evelyn Bolla Dosen Teknik Sipil Universitas Nusa Cendana Jln. Adi Sucipto Penfui - Kupang Nusa Tenggara Timur Telp: (0380) 881085 mgi_ub08@yahoo.com;   Tri Mardiyati W. Sir Dosen Teknik Sipil Universitas Nusa Cendana Jln. Adi Sucipto Penfui - Kupang Nusa Tenggara Timur Telp: (0380) 881085 trimwsir@yahoo.com  Abstract Public transport in the Kefamenanu City, NTT Province has no fixed route yet, so that each vehicle is free to set its own route. This study aims to investigate the performance of public transport due to the route plan of Terminal - Timor University, and to determine the need of public transport on that route. The data were obtained by static and dynamic survey. The results of the analysis, refer to The Standards of Public Transport Service, showed that the performance of the public transport on Terminal  –   Timor University route plan, is good, with the needs of 6 vehicles to serve the route for each circulation time. Based on the analysis, it could be concluded that the Terminal  –   Timor University route plan is proper to be established as a fixed route of public transport in the Kefamenanu City. Keywords : Public Transport, Route, Performance. Abstrak Angkutan umum di Kota Kefamenanu, Propinsi NTT belum memiliki trayek yang tetap, sehingga tiap kendaraan bebas mengatur rute perjalanannya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja angkutan umum pada rute rencana Terminal  –   Kampus Universitas Timor dan untuk menentukan besar kebutuhan angkutan umum pada rute tersebut. Data  –   data diperoleh melalui survey statis dan dinamis pada hari pengamatan. Hasil analisis dengan merujuk pada standar pelayanan angkutan umum Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, menunjukkan bahwa kinerja angkutan umum rute rencana Terminal  –   Kampus Universitas Timor adalah baik, dengan besarnya kebutuhan angkutan umum untuk melayani rute tersebut sebanyak 6 unit kendaraan untuk setiap waktu sirkulasi. Berdasarkan hasil analisis maka disimpulkan bahwa rute Terminal  –   Kampus Universitas Timor layak ditetapkan sebagai satu trayek tetap angkutan umum di Kota Kefamenanu. Kata Kunci: Angkutan Umum, Trayek, Kinerja. PENDAHULUAN Kota Kefamenanu, Kabupaten TTU Propinsi NTT, merupakan kota berkembang yang sementara giat membangun salah satunya dalam bidang pendidikan. Universitas Timor yang berjarak kurang lebih 12 Km dari pusat kota Kefamenanu, juga terus berkembang yang mana hingga kini telah memiliki 4 fakultas, 11 program studi dan jumlah mahasiswa aktif tahun 2012 sebanyak 3933 orang. Kondisi ini belum didukung dengan adanya trayek  The 16  th  FSTPT International Symposium, UMS Surakarta, November 1-2, 2013 245 tetap angkutan umum sehingga menyulitkan pergerakan masyarakat khususnya civitas Universitas Timor. Melihat kondisi tersebut maka perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui kinerja pelayanan AU yang ada saat ini dan jumlah kebutuhan kendaraan jika diberlakukan rute tetap, yaitu rute rencana Terminal  –   Kampus Unimor. TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Transportasi Transportasi dapat diartikan sebagai usaha untuk memindahkan, menggerakkan, mengangkut atau mengalihkan suatu objek dari suatu tempat ke tempat lain, di mana ditempat lain ini objek tersebut lebih bermanfaat atau dapat berguna untuk tujuan-tujuan tertentu (Miro: 2004, 4). Adapun tujuan dari diselenggarakannya sistem transportasi yaitu agar proses transportasi penumpang dan barang dapat dicapai secara optimum dalam ruang dan waktu tertentu, dengan mempertimbangkan faktor keamanan, kenyamanan dan kelancaran serta efisiensi atas waktu dan biaya. Angkutan Umum Perkotaan Pengertian angkutan umum perkotaan menurut UU No. 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pasal 142 huruf d, adalah angkutan dari satu tempat ke tempat lain dalam kawasan perkotaan yang terikat dalam trayek. Beberapa definisi yang berkaitan dengan angkutan umum berdasarkan Pedoman Teknis Penyelenggaraan Angkutan Umum di Wilayah Perkotaan dalam Trayek Tetap dan Teratur (2002) yaitu: 1. Angkutan umum adalah suatu sistem angkutan umum yang menggunakan mobil penumpang umum (MPU), bus sedang dan bus kecil. 2. Angkutan kota adalah angkutan dari suatu tempat ke tempat lain dalam suatu daerah kota atau kabupaten atau dalam daerah Khusus Ibukota Jakarta dengan menggunakan mobil bus umum atau mobil penumpang umum yang terikat dalam trayek. 3. Mobil penumpang umum (MPU) adalah mobil penumpang yang digunakan sebagai kendaraan umum. 4. Kendaraan umum adalah setiap kendaraan bermotor yang disediakan untuk digunakan oleh umum dengan dipungut bayaran. Angkutan umum penumpang bertujuan untuk menyelenggarakan pelayanan angkutan yang baik dan layak bagi masyarakat. Ukuran pelayanan yang baik adalah pelayanan yang aman, cepat, murah dan nyaman. Kinerja Angkutan Umum Kinerja pelayanan angkutan umum berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat No.SK.687/AJ.206/DRJD/2002, dapat diukur dari indikator dan parameter-parameter sebagai berikut: 1.   Waktu perjalanan  The 16  th  FSTPT International Symposium, UMS Surakarta, November 1-2, 2013 246 Waktu perjalanan digunakan untuk mengukur waktu perjalanan suatu angkutan umum setiap kilometer jarak tempuhnya. Waktu perjalanan dapat dihitung dengan menggunakan persamaan: JTW    (1) Dengan: W = waktu perjalanan angkutan umum (menit/km) J = Jarak antar segmen (km) T = Waktu tempuh angkutan umum (menit) 2. Kecepatan perjalanan Kecepatan perjalanan angkutan umum perkotaan adalah perbandingan jarak operasi dengan waktu perjalanan yang dibutuhkan angkutan dalam melakukan operasi layanannya Persamaan yang digunakan dalam mengukur kecepatan perjalanan adalah: T60JV    (2) Dengan: V = Kecepatan perjalanan angkutan umum (km/jam) J = Jarak rute angkutan umum (km) T = Waktu tempuh angkutan umum (menit) 3. Faktor muat ( load factor  )  Load factor   adalah rasio jumlah penumpang dengan kapasitas tempat duduk per satuan waktu tertentu. Batas ideal load factor adalah < 70% (KM 35 tahun 2003). Untuk menentukan load factor   digunakan rumus berikut: %100CJPLf   x    (3) Dengan: Lf = load factor   (%) JP = jumlah penumpang per kendaraan umum C = kapasitas penumpang per kendaraan umum. 4. Waktu pelayanan atau jam operasi Waktu pelayanan sangat berpengaruh terhadap perolehan rit dalam satu hari, biaya operasional angkutan umum dan pendapatan serta pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. 6. Waktu sirkulasi Waktu sirkulasi adalah waktu yang diperlukan oleh angkutan kota untuk menjalani satu putaran atau dua rit pelayanan trayek dari terminal asal kembali lagi ke terminal asal. Rumus yang digunakan sebagai berikut: CT ABA  = (T AB  + T BA ) + (σ AB   + σ BA ) + (T TA  + T TB ) (4) Dengan: CT ABA  = Waktu sirkulasi dari A ke B, kembali ke A T AB = Waktu perjalanan rata-rata dari A ke B T BA  = Waktu perjalanan rata-rata dari B ke A σ AB  = Deviasi waktu perjalanan dari terminal A ke terminal B σ BA  = Deviasi waktu perjalanan dari terminal B ke terminal A T TA = Waktu henti di terminal A T TB = Waktu henti di terminal B  The 16  th  FSTPT International Symposium, UMS Surakarta, November 1-2, 2013 247 7. Frekuensi pelayanan Frekuensi adalah jumlah kendaraan yang beroperasi dalam waktu 1 jam. Penghitungan frekuensi dengan menggunakan rumus sebagai berikut : 60Nf     (5) Dengan: f = frekuensi (jumlah kendaraan per menit) N = jumlah kendaraan (buah) 8. Waktu antara kendaraan ( headway )  Headway  adalah interval waktu antara kendaraan angkutan kota yang satu dengan kendaraan angkutan kota di belakangnya untuk melalui satu titik tertentu. Nilai headway dapat dinyatakan dalam persamaan sebagai berikut : f 60H    (6) Dengan: H = waktu antara (menit) f = frekuensi pelayanan (kendaraan/jam) 9. Waktu tunggu Waktu tunggu adalah waktu berhenti kendaraan umum di asal atau di tujuan. Perhitungan waktu tunggu angkutan umum dapat diukur dari setengah headway . Standar Pelayanan Angkutan Umum Standar kualitas pelayanan angkutan umum baik secara keseluruhan maupun pada trayek tertentu dapat dinilai dengan menggunakan indikator yang ditetapkan oleh Departemen Perhubungan seperti pada Tabel 1. Tabel 1 . Indikator Standar Pelayanan Angkutan Umum No Parameter Penilaian Satuan Standar Penilaian Kurang (1) Sedang (2) Baik (3) 1  Load factor  , jam sibuk % >100 80-100 <80 2  Load factor  ,di luar jam sibuk % >100 70-100 <70 3 Kecepatan perjalanan Km/jam <5 5-10 >10 4  Headway  Menit >15 10-15 <10 5 Waktu perjalanan Menit/km >12 6-12 <6 6 Waktu pelayanan Jam <13 13-15 >15 7 Frekuensi Kend./jam <4 4-6 >6 8 Jumlah kendaraan yang operasi % <82 82-100 100 9 Waktu tunggu Menit >30 20-30 <20 10 Akhir dan awal perjalanan 05.00-18.00 05.00-20.00 05.00->20.00 Sumber: Dirjen Perhubungan Darat 2002 dalam Marsudi 2005 Seluruh penilaian dijumlahkan untuk kemudian dinilai kualitas pelayanannya dengan menggunakan Tabel 2.  The 16  th  FSTPT International Symposium, UMS Surakarta, November 1-2, 2013 248 Tabel 2 . Standar Kinerja Pelayanan Angkutan Umum Kriteria Total nilai Baik 18,00 - 24,00 Sedang 12,00 - 17,99 Kurang < 12 Sumber: Dirjen Perhubungan Darat 2002 dalam Marsudi 2005 Kebutuhan Angkutan Umum Pada dasarnya pengguna kendaraan angkutan umum menghendaki adanya tingkat pelayanan yang cukup memadai, baik waktu tempuh, waktu tunggu, maupun keamanan dan kenyaman yang terjamin selama dalam perjalanan. Untuk itu perlu diperkirakan  jumlah angkutan umum agar dapat melayani permintaan penumpang pada suatu rute. Kebutuhan angkutan umum setiap waktu sirkulasi dihitung dengan persamaan berikut : HxfACTK  ABA   (7) dimana maks P60xCxLf H    (8) Dengan: K = jumlah kendaraan per waktu sirkulasi (unit kendaraan) CT ABA  = waktu sirkulasi (menit) H = waktu antara (menit) fA = faktor ketersediaan kendaraan (100%) Lf = load factor,  diambil 70% C = kapasitas kendaraan P maks  = jumlah penumpang maksimum Sedangkan untuk kebutuhan angkutan umum pada periode waktu sibuk diberikan persamaan berikut : ABA CTWKxK'   (9) Dengan: K’  = jumlah kendaraan periode waktu sibuk (unit kendaraan) K = jumlah kendaraan per waktu sirkulasi (unit kendaraan) W = periode waktu sibuk (menit) CT ABA  = waktu sirkulasi (menit) METODE PENELITIAN Pada penelitian ini teknik pengumpulan data berupa survei lapangan dilakukan dengan cara survei dinamis dan survei statis, dengan hari pengambilan data diwakili oleh hari Kamis sebagai hari kerja, dan hari Sabtu sebagai akhir pekan. Daerah survei dibagi dalam 6 segmen berdasarkan lokasi persimpangan, seperti terlihat pada Tabel 3.
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x